Pimpinan Gereja Se-Papua Kecam KNPB yang Mempolitisasi Umat dalam Kegiatan Ibadah
![]() |
| Pdt Socratez Sofyan Yoman (Ketua Umum Persekutuan Gereja-Gereja Baptis Papua) |
Komite Nasional Papua Barat (KNPB), selalu memprovokasi masyarakat Papua dengan dalih
mengajak Masyarakat Papua untuk melakukan ibadah syukur, karena dengan ajakan
doa syukur inilah KNPB dapat menutupi kebejatan dan kejahatannya tersebut. KNPB, UMLWP
dan NRFPB merupakan organisasi terlarang, Ilegal dan sumber konflik di tanah
Papua. Rangkaian kejahatan sepertinya sudah direncanakan untuk memberikan teror
dan ketidaknyamanan terhadap Masyarakat Papua. Ketenangan dan kedamaian semakin
tergerus oleh ulah sekelompok orang yang haus akan kekuasaan, jabatan dan
memperkaya diri.
Sebagai tokoh Agama yang tinggal
di Tanah Papua, setiap hari menyaksikan dari dekat hiruk-pikuk gejolak politik
terkait masalah Papua, kami sangat merasakan dan bisa menangkap sinyal-sinyal
kegelisahan warga Papua terhadap kondisi ini.
Kegelisahan itu tampak dari sejumlah Pimpinan
Gereja-Gereja di Papua, hal ini karena terjadinya pergeseran fungsi gereja.
Gereja yang seharusnya bicara soal firman Tuhan melainkan penuh dengan
muatan kepentingan politik segelintir
orang dan Organisasi ilegal seperti KNPB yang memiliki ambisi pribadi.
Fungsi Gereja sebagai tempat Persekutuan dari
orang-orang yang dipanggil keluar dari kegelapan masuk ke dalam terang-Nya yang
ajaib (I Petrus 2:9-10) atau persekutuan orang-orang percaya bisa ternodai
dengan keinginan sekelompok orang dengan membawa nama tuhan dan menjual ajaran
demi kepentingannya. Hal ini menjadi sesuatu yang keliru dan sangat salah
dimata Tuhan.
Mengingat doa merupakan hal yang
suci, maka kami sebagai Pimpinan gereja di seluruh tanah Papua tidak mau
menodai doa tersebut dengan kepentingan politik sesaat. Oleh sebab itu kami menolak keras keterlibatan dan menjual nama ajaran
firman Tuhan untuk dipolitisasi. Biarkan ajaran ini tetap memberikan
penerangan bagi umat Kristiani.
Untuk
itu pimpinan gereja mengingatkankan KNPB agar tidak melibatkan gereja dan jemaat untuk kepentingan politik KNPB.
Bapak Socrates SY dan Pendeta Don Flasy menghimbau jangan mencampur adukkan
kegiatan agama dengan politik duniawi. Jangan sampai umat Tuhan resah dan
hilang kepercayaan terhadap pimpinan gereja.
Pimpinan
gereja seluruh Papua menyatakan dan menghimbau kepada seluruh rakyat Papua
jangan mau terlibat dan terhasut oleh kepentingan politik KNPB yang selalu
menebar kebohongan dan mengajak masyarakat untuk berbuat yang tidak benar, dan
hal ini melanggar ajaran Firman TUHAN. Mari selamatkan Papua dari pengaruh buruk KNPB.
Jangan sampai anak cucu kita menjadi liar, terjerumus dan suram masa depannya,
masa depan ada pada generasi muda yang berbudi luhur, menghormati perbedaan dan
bermoral. Biarkan matahari tetap
bersinar di Papua, masyarakat hidup berdampingan dengan damai dan tentram.






